<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4342322886309146933</id><updated>2011-08-24T06:33:50.399-07:00</updated><title type='text'>Sport News</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://padangnews.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4342322886309146933/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padangnews.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Padang News</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07064476214820778960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4342322886309146933.post-5471059507837189679</id><published>2010-11-26T07:48:00.001-08:00</published><updated>2010-11-27T07:01:18.237-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f7dOtfPdmi8/TPEdLXwZE7I/AAAAAAAAAAQ/CGpkFXsdaOA/s1600/inforesep_rendang-daging.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_f7dOtfPdmi8/TPEdLXwZE7I/AAAAAAAAAAQ/CGpkFXsdaOA/s320/inforesep_rendang-daging.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari laut ke gunung. Setelah gempa mengguncang wilayah Sumatera Barat  (Sumbar) yang disusul tsunami hebat di daerah Mentawai, kemarin petang  giliran Gunung Merapi yang meletus.  &lt;br /&gt;Akibat dari dua bencana berentetan itu, ribuan warga tiga kabupaten  di Jawa Tengah; Klaten, Boyolali dan Magelang mengungsi. Seorang di  antaranya, Ilham Azza, enam bulan, meninggal.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai berita ini diturunkan pukul 00.30 Wita, korban tewas baru  Azza seorang. Itu pun karena telat dievakuasi sehingga sesak napas.  Berita terkait di halaman 10.  &lt;br /&gt;Sementara di Mentawai, dilaporkan sedikitnya 122 warga meninggal  serta 502 dinyatakan hilang. Mereka diperkirakan tersapu tsunami yang  melanda daerah itu dua jam setelah gempa mengguncang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda meletusnya Merapi mulai terdeteksi sejak pukul 17.05  WIB. Selanjutnya, sekira sepuluh menit berselang, hujan abu dan luncuran  awan panas dari perut Gunung Merapi, mulai menebar maut. Awan panas  merupakan salah satu ancaman terbesar dari Merapi selain lontaran  material vulkanik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan panas pertama kali meluncur ke arah selatan. Munculnya awan  panas membuat warga yang tinggal di kawasan rawan bencana langsung  kalang kabut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang berhasil dihimpun Radar Solo (Group FAJAR), sebelum  awan panas meluncur dari puncak, di sekitar lereng Merapi hujan deras  dan langit tertutup mendung. Makanya saat awan tersebut keluar dan  meluncur ke arah selatan, tidak banyak yang tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena mendung, tadi sulit melihat secara pasti besaran awan yang  keluar dari puncak Gunung Merapi. Yang jelas mengarah ke selatan.  Kemungkinan ke Kali Gendol, Yogyakarta dan Kali Woro, Klaten," ujar  penasihat Paguyuban Sabuk Gunung (Pasag) Merapi, Sukiman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain awan panas, dari perut Merapi juga terus terdengar suara  bergemuruh. Suara tersebut dipicu adanya guguran materi vulkanik akibat  tekanan dari magma bumi sehingga terjadi longsor besar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suaranya terdengar jelas di sekitar Pos Pemantau di Dusun Ndeles,  Desa Sidorejo. Kami sudah mulai mengevakuasi warga yang sebelumnya hanya  tenang dan berdiam diri di rumah. Mereka sudah mulai bergerak ke pos  pengungsian," tambah Sukiman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Boyolali dilaporkan, tanda-tanda meletusnya Merapi terlihat  sangat jelas. Maklum, di daerah ini cuaca cukup cerah sehingga asap  tebal kecokelatan sudah mulai tampak di puncak Merapi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian puncak Merapi, sepanjang siang kemarin terus mengeluarkan  asap pekat. "Pengamatan kami memang asap pekat sebagai tanda magma sudah  naik," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi  Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo, di Boyolali kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengamatan yang dihimpun BPPTK, magma semakin mendekat ke  kubah. Material panas pun juga sudah keluar dan disertai asap  kecokelatan. Ini terlihat di Pos 2 Pengamatan Merapi Desa Jrakah,  Kecamatan Selo.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muncul asap tebal kecokelatan. Ketinggiannya sekitar empat ratus meter," kata Tri Mujianto, petugas Pos 2 Pengamatan Merapi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4342322886309146933-5471059507837189679?l=padangnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padangnews.blogspot.com/feeds/5471059507837189679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://padangnews.blogspot.com/2010/11/dari-laut-ke-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4342322886309146933/posts/default/5471059507837189679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4342322886309146933/posts/default/5471059507837189679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padangnews.blogspot.com/2010/11/dari-laut-ke-gunung.html' title=''/><author><name>Padang News</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07064476214820778960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f7dOtfPdmi8/TPEdLXwZE7I/AAAAAAAAAAQ/CGpkFXsdaOA/s72-c/inforesep_rendang-daging.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
